Bagaimana Mempelajari Alkitab – Kiat Alkitab Tingkat Lanjut No.1 – Bagaimana 3 Keyakinan Ini Mengkhianati Anda

pengantar

Ketika datang ke pelajaran Alkitab Anda, keyakinan Anda sendiri membunuh pemahaman Anda!

Tidak masalah apakah Anda seorang pemula atau ahli Alkitab, apakah Anda seorang guru Studi Induktif Alkitab atau apakah Anda memiliki Alkitab studi terbesar.

Prasangka yang Anda bawa ke dalam pelajaran Alkitab Anda memiliki kekuatan yang lebih besar daripada metode observasi apa pun yang mungkin Anda miliki.

Dalam artikel ini, saya ingin membuat Anda menyadari titik-titik buta tersebut.

Keyakinan # 1 – Pengalaman Anda

Pengalaman Anda, baik atau buruk, memiliki dampak besar pada cara Anda menafsirkan berbagai kebenaran Alkitab.

Apakah Tuhan peduli? mendengarkan? jawab doa? Apakah dia baik? mungkin pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak Anda setelah pengalaman yang tragis. Saya ingat lebih dari satu teman menanyakan ini di usia pertengahan 30-an ketika mereka masih belum menikah.

PERINGATAN: Pengalaman Anda bukanlah hakim terbaik untuk mengetahui apakah sesuatu dalam Alkitab itu benar.

Ini bukan untuk mengatakan bahwa Anda tidak dapat mempercayai pengalaman apa pun. Sebaliknya, itu berarti Anda tidak bisa menjadi hakim terakhir.

Keyakinan # 2 – Tradisi Keagamaan Anda

Kita semua sangat dipengaruhi oleh gereja, pendeta, atau tradisi spiritual kita.

Pengaruh-pengaruh ini telah memberi kita pendapat yang terbentuk dengan baik mengenai topik apa saja: trinitas, wanita dalam pelayanan, aborsi, homoseksualitas, pengasuhan atau hubungan untuk beberapa nama.

Dalam beberapa kasus, pandangan Anda mungkin telah berkecil hati atau dikecam. Pembelajaran singkat ini dan mungkin telah menyebabkan keraguan dalam mempelajari Alkitab Anda.

PERINGATAN: Waspadai pandangan yang dipegang teguh pada topik apa pun. Tidak ada gereja atau pendeta yang benar 100% dari waktu.

Lebih penting lagi, jangan biarkan pengaruh kuat ini mengaburkan visi Anda ketika Anda mendekati Alkitab tentang topik-topik itu.

Keyakinan # 3 – Bahasa dan Budaya Anda

Kami adalah makhluk yang sangat budaya. Kami menafsirkan semuanya melalui kacamata budaya kami sendiri, bahkan hal-hal dalam Alkitab yang terjadi 1000 tahun yang lalu.

Sebagai contoh, jika kita membaca kata gereja di dalam Alkitab, kita dapat membayangkan bangku gereja, mimbar, seorang pendeta di muka, paduan suara, kelas sekolah Minggu, dll.

Tetapi sebagian besar konsep-konsep ini jauh dihilangkan dari bagaimana Perjanjian Baru memahami kata itu.

Hal yang sama berlaku untuk pandangan Alkitab tentang pernikahan, pekerjaan, amal, wanita, dll.

PERINGATAN: Anda tidak dapat mengimpor pemahaman kultural dan linguistik Anda ke dalam pembacaan Alkitab Anda.

Alkitab harus dibaca dalam latar belakang budaya dan linguistiknya sendiri untuk masuk akal.

Kesimpulan

Pengalaman, tradisi religius dan bahasa / budaya Anda mungkin akan mengecewakan Anda dalam mempelajari Alkitab. Cobalah untuk meminimalkan dampaknya dan Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik saat Anda belajar.

Tuhan memberkati pembacaan dan mempelajari kata-katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *